Kita percaya bahwa setiap bulannya tema bulanan di dalam gereja kita adalah berkat tuntunan Tuhan. Bagitu pula dengan nilai yang dimiliki oleh ROCK Ministry yaitu LIGHT (Loyalty – Integrity – Generosity – Humility – Truth), dimana di saat kita menghidupi nilai-nilai tersebut maka secara langsung kita akan menjadi GARAM bagi dunia yang bisa kita terjemahkan juga dengan kata SALT. SALT memiliki kepanjangan yaitu, Spiritual – Authority – Leadership – Transformer. Dimana di saat kita memiliki hubungan baik dengan Tuhan maka kita akan memiliki nilai-nilai spritual atau kerohanian yang baik serta memiliki otoritas yang berasal dari Tuhan yang tentunya akan berdampak kepada kepemimpinan yang baik dimana akan membawa kepada perubahan yang baik pula di dalam Tuhan.
Pada bulan ini kita memasuki bulan “Be Watchful” atau bisa kita terjemahkan sebagai bulan “Jadilah Waspada”. Apa yang harus kita waspadai ? Yang patut kita waspadai adalah kenyamanan. Jakoeb Ezra di dalam Power Character menjelaskan bahwa tekanan akan membuat kita lebih kuat, ujian akan membuat kita lebih baik, tetapi kenyamanan akan membuat kita lebih lemah. Banyak sekali orang-orang yang berada di dalam euforia kemenangan dan kenyamanan sedangkan di situlah iblis sedang mengintip serta mengawasi kita untuk selalu mencari celah dalam menjatuhkan kita. Perlu kita ketahui, dalam kemenangan dan kenyamanan tersebut, kewaspadaan kita menjadi lemah karena kita sudah merasa menang maka dari itu kita harus lebih bersikap waspada dalam segala hal.
Di dalam 1 Petrus 4 : 7 (BIS) menyebutkan bahwa “Segala sesuatu sudah mendekati kesudahannya, sebab itu hendaklah kalian menguasai diri dan waspada, supaya kalian dapat berdoa.” Di dalam ayat tersebut terdapat kata “waspada” dimana kata tersebut menjelaskan bahwa kata “waspada” adalah sebagai sikap hati kita secara pribadi dalam melakukan hal tersebut. Selain itu Tuhan juga sudah memberi pengertian kepada kita agar kita senantiasa waspada sebab hari-hari akhir yang sedang kita jalani tidak akan dapat kita ketahui apa saja yang akan kita alami kedepannya. Begitu juga yang di jelaskan di dalam Markus 13 : 31 – 32 yang menyebutkan “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."” Dari ayat tersebut di jelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu mengenai kedatangan Tuhan, dan satuhal yang harus kita lakukan adalah “BERJAGA-JAGA” dimana hal ini adalah suatu perintah mutlak dan kita juga di tuntut untuk terus bertahan dalam berdoa dan berjaga-jaga dalam segala hal yang kita sendiri tidak tahu kapan terjadinya. (Baca Markus 13 : 33 & 37).
Jika kita baca di dalam Markus 13 : 34 – 35, “34. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. 35. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,” Dalam ayat tersebut, dapat kita baca mengenai perumpamaan yang di gunakan oleh Yesus yang menggambarkan mengenai diri kita agar kita bertanggung jawab dengan sungguh-sungguh dalam berjaga-jaga sepanjang waktu. Sedangkan di dalam ayat ke 35 dapat kita lihat bahwa kita tidak tahu kapan sang tuan akan datang, tetapi dari ayat tersebut dapat kita lihat bahwa waktu yang di sebutkan di sana adalah “menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta” mengapa tidak disebutkan siang hari atau pagi hari ? ini dikarenakan waktu-waktu tersebut adalah waktu-waktu istirahat kita dan kita sangat lengah serta sangat nyaman disana sehingga menyebabkan kita tidak berjaga-jaga dan bahkan tertidur.
Berjaga-jaga memiliki arti “Ahupneo” yaitu tidak tidur seperti yang di jelaskan di dalam Mazmur 13 : 4 yang menyebutkan “Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,”. Tidak tidur disini berarti Tuhan ingin agar kita tidak tertidur dalam aspek kerohanian kita dimana salah satunya adalah tidak tidur dalam iman kita, doa-doa kita serta banyak hal lainnya agar kita tetap terhubung secara terus menerus kepada Tuhan. Selain itu berjaga-jaga juga berarti “Gregorio” atau selalu siap sedia, yaitu selalu siap sedia di garis start dalam berjaga-jaga. Tetapi perlu kita ketahui, hendaklah kita senantiasa melakukan perintah Tuhan kepada kita yaitu untuk terus berjaga-jaga, karena dengan berjaga-jaga maka kita sudah melakukan perintah Tuhan serta mengasihi Tuhan seperti yang di jelaskan di dalam Yohanes 14 : 21 yang menyebutkan bahwa, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Disaat kita melalaikan tugas yang sudah diberikan oleh Tuhan yaitu dalam hal berjaga-jaga, maka sama halnya kita melalaikan Tuhan yang sudah memberi tugas kepada kita. Lukas 12 : 35 menyebutkan, "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.” Dimana di dalam ayat tersebut mengajak kita untuk terus siap sedia dalam segala hal karena sudah tidak ada waktu lagi untuk lalai dan kita di tuntut untuk terus berjaga-jaga.
Kenapa sering dari kita tertidur dan tidak berjaga-jaga ? Di dalam Lukas 21 : 34 dijelaskan bahwa, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Dari ayat tersebut dapat kita jumpai satu buah kata yaitu “sarat” yang bisa berarti penuh. Penuh di sini dimaksudkan adalah janganlah kita penuh akan pesta pora, kemabukan, serta kepentingan-kepentingan duniawi. Banyak sekali orang yang kerap berpesta pora lupa bahkan tidak waspada dan tidak berjaga jaga. Selain itu juga di sebutkan kemabukan. Sama halnya seperti orang mabuk dimana orang yang mabuk pasti lupa akan banyak hal dan terlelap bahkan tidak sadarkan diri. Begitu pula dengan kepentingan-kepentingan duniawi yang selalu menyebabkan kekuatiran terjadi dalam kehidupan kita sehingga menyebabkan kita tidak berjaga-jaga dan tidak menyerahkan semua kekuatiran kepada Tuhan.
Apa yang harus kita lakukan agar kita terus waspada ? Mari kita baca di dalam Mazmur 91 : 15 – 16 yang menyebutkan “"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” Terdapat kata “melekat” dimana kata tersebut memiliki arti benar-benar menempel sehingga tidak terpisahkan dengan Tuhan. Hendaklah kita sebagai pribadi senantiasa melekat kepada Tuhan maka kita akan menerima berkat seperti yang sudah janjikan Tuhan.
Buat diri kita terus waspada dan menjaga setiap kemenangan yang sudah kita peroleh sehingga kita tetap dapat mengalami kemenangan yang sebenarnya dan tidak terus dalam kenyamanan yang ada agar kita mejadi jauh lebih waspada dan terus berjaga-jaga.
