Pdp. Ir. Timotius Ardian Herafandy , MA .
1 Petrus 4:7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Pada bulan lalu sudah kita lalui sebagai bulan berkemenangan dimana kemenangan yang kita peroleh bukanlah berasal dari kehebatan kita melainkan kemenangan yang berasal dari Tuhan. Pada bulan ini kita akan masuk kedalam bulan "Be Watchful" atau bulan "berjaga-jagalah" dimana untuk terus menang kita harus senantiasa berjaga-jaga terhadap segala hal.
Saat ini mungkin kita sudah menjadi pemenang dan merasa bahwa diri kita telah menang, tetapi dari sinilah yang kadang menyebabkan kita kurang waspada dengan kemenangan yang sudah kita terima. Sama dengan halnya jika kita melihat kisah seorang simson dimana ketika dia di angkat menjadi seorang pemimpin, dia tidak waspada akan apa yang dia peroleh maka Simson pun terjatuh kedalam dosa sehingga menyebabkan kehancuran akan dirinya sendiri. Begitu pula dengan kita, kadang kita terlalu mengandalkan janji-janji yang sudah Tuhan berikan kepada kita sehingga menyebabkan kita menjadi malas dan tidak waspada untuk pemenuhan janji-janji yang sudah Tuhan berikan kepada kita.
Kita juga perlu untuk berhati-hati dalam memperoleh kemenangan sehingga kita tetap waspada terhadap apapun yang akan kita hadapi. Apa yang harus kita waspadai dalam memelihara kemenangan yang sudah kita peroleh ?
1. Hidup Kudus
Amsal 3 : 1, "Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,"
Hidup kudus adalah hidup yang harus selalu berpadanan dengan firman Tuhan. Hidup kudus adalah pilihan diri sendiri dan keputusan secara pribadi dimana salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah lingkungan yang ada di sekitar kita. Jika kita tidak bisa berpadanan dengan firman Tuhan maka kita pun akan dengan mudah terseret oleh pengaruh lingkungan yang buruk. Jadi pilihlah untuk tetap hiduplah kudus dan senantiasa berpadanan dengan firman Tuhan setiap harinya.
2. Lidah
Amsal 18 : 21, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”
Lidah sangat berpengaruh besar dalam aspek kehidupan kita. Setiap ucapan kita hendaklah waspada agar senantiasa memperkatakan berkat. Jika kita tinjau juga di dalam Yakobus 3 : 5, “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” Meskipun lidah memiliki ukuran yang kecil tetapi berhati-hatilah karena lidah memiliki pengaruh yang besar tergantung bagaimana cara kita menggunakannya.
3. Tindakan Kita
Amsal 14 : 29, “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”
Dalam ayat tersebut berbicara mengenai respon kita yang akan menentukan tindakan kita. Jika kita bersabar maka kita lebih bisa untuk berpikir, untuk bertindak benar serta memiliki respon yang baik. Di dalam 1 Kor. 7 : 2, dijelaskan bahwa “tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.“ Begitu juga dengan pencabulan, hendaklah memiliki tindakan yang benar, baik lidah kita tindakan kita serta pikiran kita tidak dikuasai oleh pencabulan sehingga kita tetap bisa hidup kudus.
Perlu kita ketahui bahwa waspada adalah tindakan aktif untuk melakukan yang benar agar kita tetap berjaga-jaga supaya kita tetap menjadi seorang pemenang dan menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan bukan malah merasa takut dalam melangkah.
Bagaimana agar kita bisa menjadikan sebuah kewaspadaan sebagai sebuah kebiasaan ?
1. Jalankan 3 M.
3 M adalah, Membaca firman Tuhan, Merenungkan firman Tuhan, serta melakukan firman Tuhan. Kebanyakan dari kita hanya menjalankan poin pertama dan poin ke dua saja yaitu membaca firman Tuhan dan merenungkan firman Tuhan saja tetapi kita jarang melakukan firman Tuhan. di dalam Yakobus 1 : 22 – 23 dijelaskan bahwa, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.” Dari ayat tersebut dapat kita lihat bahwa kita harus menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan, bukan sebagai seorang pengamat yang menjadikan firman Tuhan sebagai alat untuk mengkoreksi orang lain seperti yang dilakukan oleh iblis yang selalu mencari-cari celah kesalahan kita seperti yang terdapat di dalam 1 Petrus 5 : 8 yang berbunyi “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Maka dari itu waspadalah akan hal-hal tersebut dan tetap berjaga-jagalah dengan menjadi seorang yang melakukan firman Tuhan dimana di saat kita melakukan firman Tuhan maka secara tidak langsung kita akan menjadi berkat bagi banyak orang yang ada di sekitar kitadengan setiap perbuatan-perbuatan yang kita lakukan.
2. Berdoa secara intim dengan Tuhan.
Efesus 6 : 18, “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,”
Doa adalah sarana untuk kita agar kita bisa mendekat kepada Tuhan sehingga kita tetap waspada dalam menghadapi sesuatu seperti yang dijelaskan juga di dalam Matius 26 : 41 yang berbunyi, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Begitu juga di dalam doa, kita bisa terus berjaga-jaga dari segala pencobaan yang akan menjatuhkan kita karena kita terus berkomunikasi dengan Tuhan.
Menjadi waspada memang dirasakan tidak enak dan sangat sulit. Tetapi Tuhan menginginkan kita agar kita senantiasa berjaga-jaga dimana hal tersebut akan terus memelihara kita untuk menjadi pemenang serta memiliki kuasa untuk menang terhadap apapun juga. Selamat jadi pemenang dan terus berjaga-jagalah.
