ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG - ROCK MINISTRY MALANG

WASPADA PADA KESEMPATAN !


Minggu, 18 September 2011
Pdm. Mistari, STh.

Sering kali para olahragawan yang kita lihat di TV selalu jatuh setelah mencapai kemenangan yang diperoleh. Apakah penyebabnya? Markus 14 : 38 mengatakan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Kenyamanan serta tidak mau untuk berlatih lebih keras lagi adalah sebuah kenyamanan yang bisa menjatuhkan kita dalam kemenangan kita, dimana sebenarnya dibutuhkan 2 kali lipat kekuatan untuk tetap mempertahankan kemenangan yang ada. 

Di dalam tubuh manusia, terdapat tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh dan roh kita adalah bagian yang membentuk jiwa kita, termasuk kehendak dan perasaan kita. Karena itu, kita harus menguatkan roh kita semakin mendekat kepada TUHAN.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, waspada, berjaga-jaga, dan bersiap siaga berarti melakukan sesuatu dengan tidak salah, tidak tidur semalam suntuk atau melihat sekeliling untuk mengawasi musuh. Sering kali, kita memiliki paradigma yang salah mengenai waspada. Waspada bukan berarti takut dan pasif menunggu. Tentu saja, dosa adalah hal yang patut kita waspadai. Namun, dosa dan kejahatan tidak terjadi karena niat pelakunya, tetapi karena adanya kesempatan. Karena itu, waspadailah kesempatan yang dapat memungkinkan iman kita jatuh.

Mungkin kita akan bertanya-tanya apa yang harus kita waspadai. Hal yang perlu kita waspadai adalah, Pertama adalah hati kita. Amsal 4 : 23 berkata, ”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Perlu kita ketahui bahwa kita tidak dapat mengatur apa saja yang akan terjadi. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan kebahagiaan, atau bahkan permasalahan. Karena itu, kita yang harus mengatur dan berjaga-jaga untuk respon hati kita. Karena tertulis dalam Matius 15 : 18, ”Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” Segala sesuatu yang kita lakukan berasal dari hati kita. Baik kebaikan ataupun kejahatan. Karena itu, hati adalah hal utama yang harus kita waspadai.

Hal kedua yang harus kita waspadai adalah keluarga. Keluarga adalah bagian masyarakat yang paling berpengaruh dalam membentuk generasi berikutnya. Karena itu kita harus benar-benar waspada dalam menjaga keluarga kita. Saat ini, kasih, kesetiaan, keharmonisan, dan tanggung jawab satu sama lain telah menjadi sangat pudar dalam setiap keluarga-keluarga yang ada. Semua ini membutuhkan usaha yang keras. Karena tanpa usaha keras, kasih, kesetiaan dan keharmonisan bisa menjadi pudar.

Hal ketiga yang harus kita waspadai adalah kerohanian kita. Di dalam Lukas 21 : 8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. telah mengingatkan kita untuk menjadi waspada terhadap segala ajaran-ajaran sesat yang menggunakan nama TUHAN sebagai kedok. Perlu kita ketahui bahwa perzinahan, penipuan, dan percabulan tidak jarang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku hamba TUHAN. Seperti yang dikatakan di dalam 2 Petrus 3 : 17 yang berkata Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.”, Maka dari itu kita harus tetap memegang pegangan yang teguh, yaitu Firman TUHAN.

Sebagai pengingat akan hal-hal yang salah dan sesat, kita dapat mempelajari di dalam Matius 16 : 6, yang menyebutkan ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Pada zaman itu, Farisi adalah orang-orang yang menekankan hal-hal lahiriah, tanpa mementingkan hal-hal batiniah. Ajaran ini sangatlah salah, karena sama seperti Yesus mengecam orang farisi seperti kubur yang di labur putih tetapi di dalam nya hanya tulang-tulang. Padahal, hal-hal seperti inilah yang membuat iman kita semakin menjauh dari TUHAN. Selain Farisi, kita harus memperhatikan ajaran Saduki. Pada zaman itu, Saduki adalah orang-orang yang kasar pada orang asing, suka memperdebatkan Firman TUHAN, bersifat eksklusif bagi orang-orang kaya, dan juga sangat keras dalam menghakimi orang lain. Intinya, orang-orang Saduki mengajarkan kita untuk menjadi sangat egois, dan tidak membantu orang lain yang jatuh dalam dosa.

Selain Farisi dan Saduki, di dalam Markus 8 : 15 “Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." juga mengingatkan kita untuk berhati-hati pada ragi Herodes. Seperti apakah Herodes itu? Pertama, Herodes tidak memiliki ketetapan hati atau gampang terpengaruh. Dalam Lukas 23 : 8 – 11 (baca), pada awalnya Herodes tidak ingin membunuh Yesus. Tetapi, karena pengaruh-pengaruh buruk disekelilingnya, ia berubah. Ia tidak berani untuk berdiri teguh pada pendiriannya sendiri.  Selain itu, Herodes memiliki hati jahat yang menyalahgunakan otoritas. Di dalam Matius 14 : 3-8, Herodes harus memilih keputusan untuk tidak membunuh atau membunuh Yohanes pembaptis. Dimana hal ini dia menggunakan otoritasnya untuk hal yang salah.

Setelah mengetahui apa saja yang harus kita waspadai, tentu saja kita perlu tahu apa yang harus kita lakukan dalam berwaspada. Pertama, adalah berdoa. Di dalam Markus 14 : 38, TUHAN telah mengingatkan kita untuk berdoa. Karena dalam berdoa, kita telah membangun hubungan yang intim dengan TUHAN. Tentu saja, iblis tidak takut pada orang yang berdoa. Tetapi, ia takut kepada orang yang memiliki hubungan intim dengan TUHAN. Kedua, membangun kerohanian untuk menjadi dewasa. Dalam 2 Petrus 3 : 18, Tuhan mengingatkan kita untuk tetap bertumbuh dalam TUHAN. Dalam hal ini, kita bisa memulainya dengan bersaksi dan berbagi dalam KM kita. Ketiga, kita harus berlatih untuk berbuat baik. 1 Timotius 4 : 7 – 8 (baca), TUHAN berkata bahwa kita harus terus beribadah. Dalam alkitab terjemahan KJV, beribadah berarti Godliness, yang artinya saleh. Karena beribadah tidaklah berguna jika kita tidak hidup dengan saleh sesuai kebenaran Firman TUHAN.

Yang terakhir, adalah waspada dan tetap sadar. Dalam 1 Tesalonika 5 : 6 yang menyebutkan Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”, TUHAN ingin kita untuk tetap sadar dan tidak tidur. Maksudnya adalah agar kita tetap tahu apa yang baik dan salah dalam hidup kita. Jadi waspada bukanlah takut dan pasif. Tetapi berani dan bergerak aktif dalam TUHAN. Karenanya, andalkanlah TUHAN dan mewaspadai sekelilling kita!